APLIKASI PENJUALAN DAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG BERBASIS WEB (STUDI KASUS : CV. ARSEFN COMPANY)

Onebit_14
Kategori:
Akuntansi Perdagangan
Penulis:
30309050-RIFAN MELDIANA
Pembimbing:
1. Kastaman
2. Renny Sukawati
Deskripsi:

Fungsionalitas: Manfaat yang ingin dicapai berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan adalah membuat aplikasi yang dapat: a. Mengotomatisasi pencatatan barang masuk dan keluar pada Arsfen Company. b. Mengefektifkan perhitungan transaksi penjualan pada Arsefn Company. c. Menghasilkan laporan-laporan yang dibutuhkan oleh perusahaan secara otomatis dan dapat diakses oleh pemilik perusahaan dimanapun pemilik perusahaan berada.


Alat bantu yang digunakan: XAMPP,DREAMWAVER,BROWSER (MOZILA Dan GOOGLE CHROME),PHOTOSHOP,


Metode yang digunakan: a. Requirements Definition Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan semua kebutuhan user yang berkaitan dengan perangkat lunak yang dibangun. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara wawancara langsung kepada pemilik Arsefn company untuk mengetahui proses bisnis yang berjalan. Metode wawancara adalah metode yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab dengan pihak-pihak yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dibahas.. Setelah wawancara selesai dilanjukan dengan pengumpulan data-data perusahaan yang akan membantu dalam proses pembuatan sistem. atau di sebut metode observasi dan terakhir dengan metode studi literatur yaitu pengumpulan data melalui informasi dari buku-buku pedoman dan website yang berhubungan. Dengan melakukan kedua proses tersebut, dapat diketahui proses penjualan, persediaan barang dan laporan yang dibutuhkan oleh perusahaan. b. Desain Sistem and software design Desain Sistem and software design merupakan tahapan untuk menterjemahkan keinginan user menjadi desain teknis yang siap diimplementasikan oleh programmer. Dalam hal ini penulis mengunakan metode analisis terstruktur. Tahap pertama yang dilakukan dalam metode ini adalah membuat flowchart sebagai diagram yang menunjukan alur data dan tahap operasi sebuah sistem. Tahap kedua adalah pembuatan DFD untuk menggambarkan pembagian sistem ke modul yang lebih kecil. Tahap ketiga perancangan entity relationship diagram untuk menggambarkan untuk menggambarkan struktur logis dari dasis data berbasis grafis. Tahap keempat kamus data sebagai sebuah daftar yang terorganisasi dari elemen data yang berhubungan dengan sistem. Dan tahap terakhir adalah spesifikasi proses untuk menggambarkan deskripsi dan spesifikasi dari setiap proses. c. Implementation and Unit Testing Desain perangkat lunak harus diterjemahkan ke dalam aplikasi yang siap digunakan oleh user. Untuk menterjemahkan desain menjadi program aplikasi Dalam pengimplementasian sistem yang akan dibuat penulis akan menggunakan aplikasi berbasis web, sebagai bahasa pemograman yang akan digunakan PHP dan sistem database yang dipakai adalah MYSQL. d. Integration and System Testing Pengujian terhadap program dilaksanakan setelah sebuah program aplikasi selesai dibuat. Proses pengujian dimulai dari kebenaran logika perangkat lunak, kemudian dipastikan bahwa di setiap aktivitas perangkat lunak terdapat scenario pengujiannya. Dalam tahap pengujian penulis menggunal pengujian secara Black box testing yaitu pengujian yang dilakukan dengan cara mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. e. Making Report Tahap pembuatan laporan ini sebenarnya tidak masuk ke langkah-langkah yang ada pada SDLC. Namun tahap pembuatan laporan ini tetap penting dilakukan. Pada tahap ini laporan mengenai pembangunan aplikasi dan design sistem serta hasil pengujian dibuat. Laporan dibuat untuk dokumentasi sehingga dapat dijadikan acuan dalam pembuatan aplikasi selanjutnya. Sekaligus dapat digunakan sebagai bahan revisi metode pengerjaan oleh developer.


Data studi kasus: Arsefn Company , Bandung, JL.DARWATI

Read more...

Abstrak

 
 

APLIKASI PENJUALAN DAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG BERBASIS WEB (STUDI KASUS : CV. ARSEFN COMPANY)

Fungsionalitas: Manfaat yang ingin dicapai berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan adalah membuat aplikasi yang dapat: a. Mengotomatisasi pencatatan barang masuk dan keluar pada Arsfen Company. b. Mengefektifkan perhitungan transaksi penjualan pada Arsefn Company. c. Menghasilkan laporan-laporan yang dibutuhkan oleh perusahaan secara otomatis dan dapat diakses oleh pemilik perusahaan dimanapun pemilik perusahaan berada.


Alat bantu yang digunakan: XAMPP,DREAMWAVER,BROWSER (MOZILA Dan GOOGLE CHROME),PHOTOSHOP,


Metode yang digunakan: a. Requirements Definition Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan semua kebutuhan user yang berkaitan dengan perangkat lunak yang dibangun. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara wawancara langsung kepada pemilik Arsefn company untuk mengetahui proses bisnis yang berjalan. Metode wawancara adalah metode yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab dengan pihak-pihak yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dibahas.. Setelah wawancara selesai dilanjukan dengan pengumpulan data-data perusahaan yang akan membantu dalam proses pembuatan sistem. atau di sebut metode observasi dan terakhir dengan metode studi literatur yaitu pengumpulan data melalui informasi dari buku-buku pedoman dan website yang berhubungan. Dengan melakukan kedua proses tersebut, dapat diketahui proses penjualan, persediaan barang dan laporan yang dibutuhkan oleh perusahaan. b. Desain Sistem and software design Desain Sistem and software design merupakan tahapan untuk menterjemahkan keinginan user menjadi desain teknis yang siap diimplementasikan oleh programmer. Dalam hal ini penulis mengunakan metode analisis terstruktur. Tahap pertama yang dilakukan dalam metode ini adalah membuat flowchart sebagai diagram yang menunjukan alur data dan tahap operasi sebuah sistem. Tahap kedua adalah pembuatan DFD untuk menggambarkan pembagian sistem ke modul yang lebih kecil. Tahap ketiga perancangan entity relationship diagram untuk menggambarkan untuk menggambarkan struktur logis dari dasis data berbasis grafis. Tahap keempat kamus data sebagai sebuah daftar yang terorganisasi dari elemen data yang berhubungan dengan sistem. Dan tahap terakhir adalah spesifikasi proses untuk menggambarkan deskripsi dan spesifikasi dari setiap proses. c. Implementation and Unit Testing Desain perangkat lunak harus diterjemahkan ke dalam aplikasi yang siap digunakan oleh user. Untuk menterjemahkan desain menjadi program aplikasi Dalam pengimplementasian sistem yang akan dibuat penulis akan menggunakan aplikasi berbasis web, sebagai bahasa pemograman yang akan digunakan PHP dan sistem database yang dipakai adalah MYSQL. d. Integration and System Testing Pengujian terhadap program dilaksanakan setelah sebuah program aplikasi selesai dibuat. Proses pengujian dimulai dari kebenaran logika perangkat lunak, kemudian dipastikan bahwa di setiap aktivitas perangkat lunak terdapat scenario pengujiannya. Dalam tahap pengujian penulis menggunal pengujian secara Black box testing yaitu pengujian yang dilakukan dengan cara mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. e. Making Report Tahap pembuatan laporan ini sebenarnya tidak masuk ke langkah-langkah yang ada pada SDLC. Namun tahap pembuatan laporan ini tetap penting dilakukan. Pada tahap ini laporan mengenai pembangunan aplikasi dan design sistem serta hasil pengujian dibuat. Laporan dibuat untuk dokumentasi sehingga dapat dijadikan acuan dalam pembuatan aplikasi selanjutnya. Sekaligus dapat digunakan sebagai bahan revisi metode pengerjaan oleh developer.


Data studi kasus: Arsefn Company , Bandung, JL.DARWATI

Previous

Profile

30309050_formal
Nama: RIFAN MELDIANA
NIM: 30309050
Program Studi: Komputerisasi Akuntansi
Peminatan: TIA
Previous